Kue Sagu: Camilan Tradisional dengan Rasa dan Nilai Budaya
| |

Kue Sagu: Camilan Tradisional dengan Rasa dan Nilai Budaya

lensakuliner.com – Kue Sagu sebagai camilan tradisional favorit. Kudapan ini menawarkan tekstur unik: renyah di bagian luar, lembut sekaligus kenyal di dalam. Semua itu berasal dari bahan utamanya, tepung sagu, yang masyarakat setempat olah dari batang pohon sagu.

Proses Pembuatan Tepung Sagu

Untuk menghasilkan tepung sagu, warga menebang pohon sagu lalu membelah batangnya. Mereka mengambil bagian dalam batang, memerasnya hingga keluar sari pati, lalu menjemurnya sampai kering. Proses panjang inilah yang membuat tepung sagu berbeda dengan tepung beras atau tepung terigu. Rasanya memang netral, tetapi cara memasaknya bisa menghasilkan tekstur lembut atau kenyal.

Cita Rasa yang Berkesan

Kue sagu menghadirkan perpaduan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Banyak resep tradisional menambahkan kelapa parut, gula merah, atau santan agar rasanya semakin gurih dan manis. Generasi muda juga mulai berinovasi dengan menambahkan keju, pandan, hingga cokelat, meski tetap mempertahankan identitas utama dari sagunya.

Kue Sagu dan Nilai Kebersamaan

Masyarakat Maluku dan Papua sering menghadirkan kue sagu dalam acara adat maupun pertemuan keluarga. Saat membuat kue ini, orang dewasa dan anak-anak biasanya bekerja sama mempersiapkan bahan dan memanggangnya. Aktivitas tersebut memperlihatkan kuatnya nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah budaya lokal.

Baca Juga : Putu Mayang: Jajanan Tradisional Betawi Sarat Makna

Teman Setia Minuman Hangat

Banyak orang memilih kue sagu sebagai teman minum teh atau kopi. Rasa manis dan gurih yang sederhana mampu menenangkan, sementara aroma khas sagu menambah kesan hangat. Tak heran bila kue ini selalu berhasil membangkitkan nostalgia bagi masyarakat yang tumbuh bersama tradisi kuliner timur Indonesia.

Warisan Kuliner Nusantara

Kini kue sagu semakin populer di berbagai daerah bahkan masuk ke industri kuliner modern. Meski begitu, kue ini tetap menjaga akar tradisinya. Kue sagu bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga warisan budaya yang memperlihatkan kekayaan kuliner Nusantara.

Similar Posts